Focus Grup Discussion (FGD) Pre Conference Ubi Kayu Lampung

Membangun Agribisnis Ubikayu Lampung yang Inklusif,  Berdaya Saing dan Berkeadilan merupakan  tema yang diangkat dalam acara FGD Ubi Kayu Lampung yang diadakan oleh PERHEPI Komda Lampung bekerjasama dengan Unila dan IPB pada tanggal 22 November 2017 bertempat di Ruang Sidang Dekanat Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP Unila). Acara ini merupakan rangkaian dari kegiatan Pre Conference Ubi Kayu Lampung yang terdiri dari FGD dan Workshop Wiratani Muda.

FGD dibuka secara resmi oleh Dekan FP Unila yang diwakili oleh Wakil dekan II Dr. Abdullah Aman Damai. Selanjutnya acara dipandu oleh moderator Prof. Dr. Ir. Wan Abbas Zakaria, M.S. yang merupakan ketua PERHEPI Komda Lampung sekaligus sebagai Ketua PS Magister Agribisinis Unila dan juga pakar di bidang ubi kayu dari sisi sosial ekonomi. Pada kalimat pembuka diskusi beliau menyampaikan “Bagaimana membangun Agribisnis Ubikayu Lampung yang Inklusif,  Berdaya Saing dan Berkeadilan.  Inklusif  berarti semua pihak terlibat dalam sistem ubi kayu. Berdaya saing berarti menghasilkan turunan ubi kayu, berkiprah dalam pengembangan ubu kayu di dunia.  Sedangkan Adil mengandung arti agar terjadi kekompakan dan gotong royong dalam mengembangkan ubi kayu.

Narasumber pada kegiatan ini adalah Dr. Bayu Khrisnamurti, Dr. Erwin Yuliadi, Dr. Suripto Dwi Yulianto, dan Pak Rizani. Dr. Bayu Khrisnamurti dalam FGD menyatakan, masalah pokok pada komoditas ubi kayu adalah konsumsi meningkat sedangkan produksi menurun (trend 20 tahun). Konsumsi produk industri 95% yang meningkat seperti sweeterner, tekstil, dan pasta gigi yang berbahan dasar tepung tapioka. Sekali saja memulai investasi, perusahaan harus terus berproduksi, dan yang bisa memasok bukannya petani singkong tapi industri tepung tapioka.

Dr. Erwin Yuliadi pada acara tersebut menjelaskan, masalah utama ubi kayu adalah KETERSEDIAAN yang BELUM TERSEDIA sepanjang tahun, Varietas dengan kadar pati rendah meskipun bobot besar, pupuk yg ditambakan hanya NPK, unsur mikro tdk dipedulikan, SERTA penyuluhan sangat lemah di BIDANG cassava. Saat ini Ubi kayu Indonesia masih kalah bersaing dengan ubi kayu Thailand.

Narasumber ketiga pada acara FGD yaitu Dr. Suripto Dwi Yuwono merupakan Dosen Kimia FMIPA Unila yang melakukan penelitian mengenai pembuatan plastik berbahan baku onggok singkong. Latar Belakang pembuatan plastik berbahan singkong karena harga singkong murah di Indonesia. Namun yang digunakan adalah onggok singkong karena singkong punya nilai sendiri untuk industri tapioka.  Onggok singkong merupakan limbah padat yang digunakan, di dalamnya terdapat asam laktat yang dapat digunakan untuk plastik biodegradable dan tulang tiruan. Pada bidang pertanian, bisa dimanfaatkan menjadi mulsa sehingga bisa hancur dalam beberapa bulan.

Pada sesi terakhir, Pak Rizani yang merupakan petani ubi kayu sekaligus mewakili Asosiasi Ubi Kayu Lampung menyampaikan bahwa pada Tahun 2015 harga singkong turun drastis namun saat ini harga di lapangan mencapai 950-1100/kg. Meskipun harga naik namun potongan mencapai 15-25%. Jika dengan potongan tersebut maka petani dapat 700/kg. Keuntungan dua juta tersebut menunggu 9 bulan. Petani berharap naik jadi minimal 750/kg sehingga keuntungan menjadi 3 juta selama 9 bulan tersebut dan bagaimana membatasi tapioka dari Vietnam karena dikhawatirkan petani tidak dapat bersaing.

Pada akhir FGD dihasilkan beberapa rekomendasi diantaranya:

  1. Pembentukan forum Masyarakat Agribisnis Singkong Lampung (MASILA). Pertemuan diadakan secara berkala dan bertugas memfasilitasi bekerjanya mekanisme kemitraan (jaminan 800/kg)
  2. Bibit dan klon baru dicoba di 1 ha/2ha, Target 30% pati, karena yg dibeli pati bukan singkongnya
  3. Kerjasama dengan PUSRI (introduksi pupuk majemuk singkong) karena pupuk penting bagi ubi kayu,
  4. Penyuluhan atau pendampingan oleh dosen dan mahasiswa. Mahasiwa tingkat akhir bisa dilibatkan (training kemudian ke lapangan), ada proses penyuluhan di forum tersebut sehingga mengajak anak muda terlibat dalam persingkongan. Pajalekong perlu di Lampung karena strategis.
Design Downloaded from free wordpress themes | free website templates | Free Web Icons.