Sejarah Singkat

Pengalaman krisis ekonomi Indonesia, menyadarkan kita bahwa strategi pembangunan ekonomi yang dimotori oleh strategi industrialisasi berspektrum luas (broad-based industry strategy) yang dikombinasikan dengan industri canggih (high-tech industry strategy) selama ini ternyata gagal.  Karena itu di kalangan penentu kebijakan mengambil langkah-langkah untuk mengalihkan pembangunan ekonomi ke depan kepada pembangunan ekonomi yang berorientasi kerakyatan yang salah satunya adalah Pembangunan Pertanian berbasis Agribisnis atau Pengembangan Agribisnis.  Langkah ini disambut banyak pihak secara positif dan memandang bahwa langkah ini sudah berada pada jalur yang tepat tanpa mengenyampingkan pembangunan sektor-sektor yang lainya.

Hingga saat ini, sektor pertanian masih memiliki kontribusi yang besar baik dalam struktur ekonomi nasional maupun Provinsi Lampung. Hal ini berarti bahwa tingkat pendapatan dan kesejahteraan sebagian besar penduduk sangat tergantung kepada kemajuan pengembangan agribisnis.  Dengan kata lain, upaya pengembangan agribisnis berarti pula dapat mengurangi tingkat kemiskinan masyarakat yang sebagian besar berada dipedesaan dan umumnya bermata pencaharian di bidang pertanian.

Pembangunan Daerah Lampung merupakan bagian integral dari pembangunan nasional.  Pada tahun 2010, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Propinsi Lampung menurut lapangan usaha sebesar Rp. 37.930 milyar atas dasar harga konstan 2000.  Dari jumlah tersebut kontribusi sektor  pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan, kehutanan dan perikanan (pertanian dalam arti luas) sebesar Rp. 14.760  milyar (39 %) atas dasar harga konstan 2000 yang berarti bahwa struktur ekonomi Propinsi Lampung hingga tahun 2010 pun masih didominasi oleh sektor Pertanian.

Pengembangan agribisnis menghendaki adanya koordinasi antar subsistem industri hulu, pengembangan usahatani, pengembangan industri pengolahan hasil pertanian hingga pengembangan pemasaran.  Kesemuanya itu menuntut ketersediaan dan kesiapan sumberdaya manusia yang handal agar mampu meningkatkan pembangunan daerah dan nasional.  Peningkatan ketersediaan tenaga SDM berkualifikasi S-2 ditempuh melalui pengembangan lembaga pendidikan Pascasarjana baik pada Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta.

Berdasarkan kenyataan, adanya kesenjangan yang sangat besar antara kebutuhan  sumberdaya manusia untuk peningkatan pembangunan pertanian berbasis agribisnis di daerah dan nasional dengan ketersediaan SDM berkualifikasi S-2, maka upaya pendirian Program Pascasarjana S-2 dibidang Ekonomi Pertanian/ Agribisnis di Fakultas Pertanian Universitas Lampung sangat diperlukan.  Sebagai salah satu jurusan yang mempunyai Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung merasa bertanggung jawab untuk memenuhi tantangan tersebut dengan terlibat langsung pada pemberdayaan sumber daya manusia pembangunan di daerah Lampung dan di Indonesia.

Berpijak pada kondisi lingkungan serta memperhatikan kebutuhan sumberdaya manusia untuk masa yang akan datang, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung mendirikan Program Pascasarjana Program Studi Magister Ekonomi Pertanian/Agribisnis.  Pendirian program ini dikukuhkan oleh surat persetujuan operasional dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional, No: 3003/D/T/2004 Tanggal 4 Agustus 2004 dan diperpanjang dengan surat Dirjen Dikti No: 1141/D/T/2008 Tanggal 23 April 2008.  Program Pascasarjana Magister Ekonomi Pertanian/ Agribisnis mendapatkan akreditasi B dari BAN-PT pada tahun 2010 berdasarkan Surat Keputusan  Nomor : 009/BAN-PT/Ak-VIII/S2/VIII/2010, tertanggal 6 Agustus 2010 dan menjadi Magister Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Lampung dengan gelar Magister Sains (M.Si.) pada tahun 2011.

Program Pascasarjana Program Studi Magister Agribisnis  Universitas Lampung diharapkan dapat menjawab tantangan yang timbul di bidang pembangunan pertanian/ pengembangan agribisnis.   Tantangan tersebut sebagai akibat tuntutan peningkatan permintaan akan produk-produk yang berkualitas dalam kuantitas yang tinggi, berkesinambungan, harga yang kompetitif dan tantangan pembangunan lainnya yang menuntut adanya perbaikan kesejahteraan petani dan masyarakat serta pengembangan manajemen agribisnis.  Di sisi lain, sesui dengan kebijakan pemerintah untuk melakukan revitalisasi pertanian dan adanya komoditas pertanian sebagai salah satu komoditas unggulan koridor dalam masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia  (MP3EI), maka program magister agribsinis menjadi program pascasarjana yang penting untuk diselenggarakan.

Design Downloaded from free wordpress themes | free website templates | Free Web Icons.